6 Cara Memilih Hewan Kurban

SeribuCara – Kurban (Qurban) berasal dari bahasa Arab yang berarti dekat atau mendekatkan. Atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan.

Di hari inilah, diperingati peristiwa kurban, yaitu saat Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya untuk Allah. Lalu sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah umat Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah.

Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah (penanggalan Islam). Yaitu pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Ayat dalam Al Qur’an tentang ritual kurban antara lain: Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah (surat Al Kautsar ayat 2)

Sementara hadits yang berkaitan dengan kurban antara lain: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat Ied kami.” HR. Ahmad dan ibn Majah.

Dengan keutamaan seperti ini, tak bisa sembarangan dalam memberikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Hewan kurban terbaik tentu juga menjadi amalan terbaik.

Berikut ini memilih hewan ternak untuk dijadikan kurban:

  1. hewan kurban yang akan diberikan adalah hewan ternak seperti unta, kambing, domba, sapi, atau kerbau seperti yang telah menjadi ketentuan.
  2. Sudah memenuhi syarat umur. Karena ketentuan setiap jenis hewan ternak yang akan kita kurbankan berbeda-beda. Untuk kambing atau domba adalah berusia satu tahun, sapi atau kerbau dua tahun, dan untuk unta lima tahun.
  3. Hewan kurban sudah mengalami pergantian gigi seri depan dan bawah. Ajat Sudrajat, mengatakan bahwa karakter gigi susu kecil dan runcing, sedangkan gigi tetap dari hasil pergantian adalah besar dan rata.
  4. Hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.
  5. Tidak kurus dan cacat (pincang, buta, daun telingan tidak ada). Karena dengan memberikan yang terbaik, tentu kita akan meraih hasil terbaik pula.
  6. Ini menjadi tambahan saja karena hewan kurban yang sehat cuping hidungnya basah (bukan karena flu), bulunya bersih dan mengilap, nafas dan detak jantung normal, nafsu makan normal, lubang kumlah bersih dan berwarna merah muda.

 

 

 

 

—–

Sumber: Wikipedia | Dompet Dhuafa

Leave a Reply