Alasan Ilmiah di Balik Kisah Aneh Pendaki yang Tewas di Gunung Lawu

Pada orang yang mengalami paradoxical undressing, ia akan merasa gerah dan mencoba mendinginkan tubuhnya, salah satunya dengan membuka pakaian.

 

SeribuCara – Masih ingat pendaki Gunung Lawu yang beberapa hari lalu ditemukan meninggal di area Gegerboyo? Dia ditemukan meninggal tanpa mengenakan pakaian. Ada banyak spekulasi terkait kematiannya.

Tidak sedikit yang menganggap tewasnya sang pendaki karena faktor mistis. Namun, penyebab tewasnya sang pendaki ini diketahui merupakan femomena dari paradoxical undressing.

Seperti dilansir dari wikipedia, 20 hingga 50% kematian hipotermia dikaitkan dengan paradoxical undressing. Ini biasanya terjadi selama hipotermia tingkat sedang dan parah.

Yaitu saat orang tersebut menjadi bingung dan agresif. Mereka mungkin mulai membuang pakaian mereka, demi menurunkan panas dalam tubuh karena kerusakan di dalam organ.

Tim penyelamat yang terlatih dalam teknik bertahan hidup di gunung diajari untuk mengantisipasi hal ini. Namun korban meninggal karena hipotermia di lingkungan perkotaan terkadang secara keliru dianggap telah mengalami kekerasan seksual.

Salah satu penjelasan untuk efeknya adalah kerusakan hipotalamus yang disebabkan oleh dingin, bagian otak yang mengatur suhu tubuh.

Penjelasan lain adalah bahwa otot-otot yang berkontraksi pada pembuluh darah tepi menjadi kelelahan. Ini yang menyebabkan lonjakan darah (dan panas) tiba-tiba yang ekstrem, sehingga menyebabkan orang tersebut merasa kepanasan.

Seperti dikutip dari kaltimtoday, saat mengalami kedinginan hebat atau hipotermia (suhu tubuh di bawah 32°C), maka tubuh akan berhenti menggigil, tak merasa kedinginan dan malah kepanasan.

Di tahap inilah, korban akan melepas pakaiannya satu per satu. Lalu, ia lama-lama terkena halusinasi dan kehilangan kesadaran.

Saat merasa kedinginan, tubuh akan membentuk mekanisme pengaturan kestabilan suhu. Caranya, dengan melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan suhu tubuh meningkat.

Itulah mengapa, dalam taraf ringan, cuaca dingin dapat menyebabkan demam. Di situlah paradoksnya. Mereka kedinginan, tapi kemudian membuka baju karena kepanasan.

Jika tubuh terus-terusan terpapar suhu dingin, pembuluh darah di otak akan pecah karena pelebaran. Kondisi ini mengakibatkan pendarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak (subarachnoid) serta cedera hipotalamus.

Padahal, hipotalamus merupakan bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah nukleus dengan berbagai fungsi, salah satunya mengatur suhu.

Pada tubuh seseorang yang mengalami paradoxical undressing, seharusnya ia mengirimkan sinyal “tubuh butuh kehangatan” dari hipotalamus kepada kesadaran, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Pada orang yang mengalami paradoxical undressing, ia akan merasa gerah dan mencoba mendinginkan tubuhnya, salah satunya dengan membuka pakaian.

 

 

 

—————

sumber: wikipedia | kaltimtoday

Leave a Reply